Berlin, 7 Agustus 2025 – Pemerintah Jerman akan menghapus biaya penyimpanan gas mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini didukung oleh subsidi sebesar €3,4 miliar dari Dana Iklim dan Transformasi (KTF), dan bertujuan untuk mengurangi beban biaya energi bagi rumah tangga dan industri, sekaligus mendorong investasi energi terbarukan.
Apa itu biaya penyimpanan gas?
Biaya ini dikenakan sejak 2022 untuk menutupi kerugian di sektor gas selama krisis energi. Namun belakangan dianggap membebani industri dan membuat Jerman kurang kompetitif, terutama dalam perdagangan gas lintas negara.
Mengapa ini penting?
Dampak bagi energi terbarukan
Jerman menargetkan netral karbon pada 2045 dan ingin melipatgandakan kapasitas energi terbarukan. Saat ini, lebih dari 50% listrik Jerman sudah berasal dari energi hijau. Dengan kebijakan baru ini:
Bagaimana dengan gas?
Gas tetap penting dalam jangka pendek untuk menjaga pasokan listrik saat energi terbarukan tidak cukup. Fasilitas penyimpanan gas kini akan dibiayai pemerintah. Perusahaan seperti Uniper dan OMV sedang memperluas infrastruktur gas dan LNG (gas alam cair), sekaligus bersiap untuk teknologi hidrogen.
Apa artinya bagi investor?
Kesimpulan
Penghapusan biaya penyimpanan gas bukan hanya kebijakan teknis, tetapi langkah besar menuju masa depan energi bersih. Ini membuka jalan bagi Jerman menjadi pusat investasi energi terbarukan di Eropa, dan memberi sinyal kuat bahwa negara ini serius dalam transisi energi dan melawan perubahan iklim.